Skip to content

Menggenggam bara api sunnah (Taat kepada penguasa).

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Salah satu aqidah agama Islam yang mulai terlupakan adalah Ketaatan kepada pemerintahnya. Ketaatan dalam hal yang ma’ruf. Ketaatan yang tidak bermaksiat kepada Allah subhanahu wata’ala. Ketaatan untuk tidak memberontak. Baik memberontak dengan ucapan-ucapan maupun senjata. Ketaatan untuk menjaga kehormatan penguasa. Ketaatan untuk tidak mencela penguasa di depan umum, di meda sosial dan yang semisalnya.

Jika engkau mendapati kekeliruan pada mereka. Nasehatilah secara empat mata. Jika tidak sanggup do’akanlah agar penguasa kita mendapat rahmat Allah subhanahu wata’ala. Karena kebaikan penguasa adalah kebaikan untuk seluruh rakyatnya. Keburukan penguasa maka seluruh rakyatnya yang akan merasakannya. Do’akanlah agar penguasa kita mendapat rahmat dari Allah subhanahu wata’ala.

Jadi apa yang kita harapkan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia ini? Kebaikan atau keburukan? Jawabannya bisa dilihat dari bagaimana kita bersikap kepada penguasa.

Adakah jalan yang jalan itu lebih baik dari jalan yang Rasulullah, para sahabatnya, tabi’in dan tabi’ut tabi’in berada di atasnya? Jalan yang mereka berada di atas jalan yang mendapat ridlo Allah subhanahu wata’ala. Generasi yang menjalani, memahami dan mengamalkan agama Islam mendapat ridlo/persetujuan dari Allah subhanahu wata’ala. Generasi yang mengetahui dan mengamalkan semurni-murninya agama Islam.

Apakah kita mau berada di atas jalan yang  Rasulullah, para sahabatnya, tabi’in dan tabi’ut tabi’in tidak berada di atasnya? Jalan yang masih diragukan akan kebenarannya? Jalan-jalan yang dibuat oleh manusia. Jalan-jalan yang membuat jalan tersebut juga masih mencari kebenaran?

Mohon koreksi jika ada kekeliruan.

Baarakallahu fiikum.

7 Muharram 1436 H

Kenangapa Kudu Melu Manhaj Salaf ?

Amin Mustangin Abu Haydar:

Bismillah. Manhaj salaf kuwe dalan sing lurus lan bener.

Originally posted on سلفي عفك:

Sing Nulis: Al Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Al Atsari, Lc

Wong-wong sing urip neng jamane Nabi shalallohu ‘alaihi wassalam yakue generasi sing paling apik sekang umat kiye. Wong-wong kuwe kabeh olih aleman langsung sekang Alloh subhanahu wa ta’ala lan Rosulle  shalallohu ‘alaihi wassalam dadi seapik-apiking menungsa. Wong-wong kuwe yakui wong-wong sing paling ngerti agama lan paling apik amalane dadi maring wong kae awake dhewek kudu melu pemahamane.

Manhaj  Salaf, nek dideleng sekang sisi kalimat dadine gabungan sekang loro tembung; manhaj lan salaf. Manhaj neng basa Arab pada bae karo minhaj, sing maknane : sawijining dalan sing terang lan gampang. (Tafsir Ibnu Katsir 2/63, Al Mu’jamul Wasith 2/957).

Nek Salaf, nurut etimologi basa Arab maknane: Sapa bae sing wis disiti awake dhewek sekang nini buyut lan sedulur, sing wong kae kabeh kue neng duwure awake dhewek neng masalah umur lan kautamaan. (Lisanul Arab, karya Ibnu Mandhur 7/234)

Nek…

View original 61 more words

Merbabu 31 Agustus – 1 September 2014

Klepukerep-Cilacap 13 Agustus 2014 (Ngonthel)

Gunung Prau Dieng 27-28 Mei 2014

Bismillah.

Berikut galeri pendakian Gunung Prau Dieng, 27-28 Mei 2014.

Baarakallahu fiikum.

DSC_0032

Merebus lontong beras yang dibungkus plastik. Di rebus di base camp.

DSC_0034

Rumah-rumah warga. Mulai mendaki.

Tanaman kentang.

Tanaman kentang.

Jalan batu.

Jalan batu.

DSC_0049

Pohon apa ini ya?

Cemara berbisik

Cemara berbisik

Kentang.

Kentang.

Telaga warna (?).

Telaga warna (?).

Mendaki.

Mendaki.

DSC_0103

Di atas awan

DSC_0099

Kabut mulai naik

DSC_0096

Mendaki

DSC_0090

Di hutan

DSC_0094

Jalur pendakian

DSC_0107

Di atas awan

DSC_0111

Di atas awan

DSC_0112

Kembali di atas awan

DSC_0131

Menunggu matahari terbit

DSC_0133

Menunggu matahari terbit

DSC_0134

Masya Allah indahnya

DSC_0137

Rasa letih itu terbayar.

DSC_0138

Masya Allah

DSC_0139

Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing

DSC_0141

Sudah pagi

DSC_0154

Buah Carica

DSC_0147

Menikmati keindahan cipataan Allah subhanahu wata’ala.

DSC_0146

Dari bukit teletubies

Daerah Istimewa Yogyakarta

Bismillah.
Beberapa kali mengunjungi Daerah Istimewa Yogyakarta banyak kesan baik yang dirasakan. Terutama saat menghadiri daurah di Kabupaten Bantul. Mulai dari jalan-jalan yang bagus, masyarakat yang ramah, makanan yang murah, keamanan dan lain-lain. Nikmat yang Allah turunkan untuk Daerah Istimewa Yogyakarta.

Diripun bertanya-tanya apa yang menjadi sebabnya. Langsung teringat dengan keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. yaitu gubernurnya tidak dipilih dengan sistem demokrasi. Sistem yang di dalamnya banyak kesesatan dan kemungkaran. Dengan tidak adanya pemilahan gubernur yang memakai sistem demokrasi maka akan banyak kemungkaran yang dapat dicegah sehingga akan mendatangkan rahmat Allah subhanahu wata’ala untuk masyarakat Yogyakarta.

Semoga DIY tetap mrnjadi Daerah Istimewa Yogyakarta. Semoga Allah memberikan rahmatnya kepada masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta dan warga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mohon koreksi jika ada kekeliruan.
Baarakallaahu fiikum.

Amin Mustangin Abu Haydar
Cilacap, 17 Syawal 1435 H/13 Agustus 2014

Pemimpin ditentukan oleh yang dipimpin

Bismillah.

Siapa yang tidak mengharap seorang pemimpin seperti Khalifah ‘Umar bin Khattab. Pemimpin yang amanah, jujur dan baik hati. Pokoknya pemimpin ideal lah. Tapi……. Pernahkah kita mengharap menjadi seperti rakyat yang dipimpin oleh beliau?

Sekedar instropeksi diri. Mengharap pemimpin seperti beliau tapi kelakuan kita jauh seperti manusia-manusia yang dipimpin oleh beliau.

Baarakallahu fiikum.

 

Abu Haydar Al-Bantarsary 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,527 other followers