Bismillaah.
Tanggal 10 Mei 2013 dapet sms dari temen:
“Ass. Wr. Wb.Tlng jangan dihapus sms ini dari pipit,istri almrhm Uje Ia bermimpi ke temu ustd jefri al buchori dlm mimpi itu
Beliau berpesan , kuatkan Akidah dlm Ibadah. Karena dunia sudah goyang dan tua , jngn tinggalkan sholat . Tlng sebarkan sms ini ke 20 muslim , insya ALLAH dlm wkt 10 hari kamu akan dpt rizki besar , dan bila tidak di sebarkan maka kamu akan menemukan kesulitan yang tidak henti 2 nya
(demi Allah terbukti).”
Saya belum ngecek apa benar-benar dari istrinya Uje.
Saya tidak menyebarkan tapi tetep dapat nikmat yang banyak yang sampai-sampai saya tidak bisa menghitungnya.
Agama Islam ini sudah sempurna dan Uje bukan nabi. Orang mati tempatnya di alam kubur.
Baarakallaahu fiikum.

Bismillaah.
Ini adalah peampakan dari kangkung yang saya tanam di sistem hidroponik.
Pertama saya mulai menanam sayuran secara hidroponik.
Baarakallaahu fiikum
Bismilllaah.
Salah satu keutamaan ilmu adalah memberi ketenangan bagi pemiliknya. Ketenangan hidup. Ketenangan saat orang-orang goncang saat menghahadapi permasalahan/fitnah dunia. Ketenangan saat berjalan sendiri dimana orang-orang sekitarnya mengambil jalan lain. Ketenangan saat orang mencemooh/menertawakan/melecehkan apa yang dia perbuat. Karena dia yakin dengan ilmunya bahwa dia berjalan di atas yang benar. Berjalan di atas jalan orang-orang yang telah dijamin kebenarannya oleh Allaah subhanahu wata’ala. Biar orang lain bilang apa yang penting Dia ridlo dengan jalan yang dia ambil.
Saat seseorang hadir di sebuah majelis ilmu maka ketenangan yang dia dapat. Ketenangan yang tidak akan dia dapat di tempat lain. Para malaikat pun menaungi dengan sayapnya. Namanya pun disebut oleh Allaah subhanahu wata’ala di hadapan para malaikat. Dimudahkan jalannya ke syurga. Itulah keutamaan menuntut ilmu.
Bukankah kita senang jika nama kita disebut oleh presiden di hadapan para menterinya. Terlebih lagi disebut nama kita oleh Allaah subhanahu wata’ala dihadapan para malaikat-malaikatnya?
Ada tambahan atau koreksi?
Baarakallaahufiikum.
Bismillaah.
Udah lama banget tidak menelurkan artikel di blog ini. Baiklah kali ini akan mengulas kondisi jalan terakhir antara simpang 3 Jeruklegi ke arah Sidareja/Cukangleuleus. Yang akan diulas hanya sampai perlintasan kereta api Kubangkangkung.
Secara umum kondisi jalannya adalah buruk. Banyak lubang dan banyak juga gelombang jalan yang tinggi-tinggi. Sehingga perlu kewaspadaan saat melintasi jalan tersebut. Terutama saat hujan atau setelah hujan. Untuk saat ini juga jalan tersebut banyak dilintasi truk-truk pasir besi. Sehingga saat di tanjakan curam agar menjauh dari truk-truk tersebut. Sudah ada kejadian truk tidak tidak kuat menanjak dan akhirnya mundur. Bahkan pernah ada yang tidak kuat menanjak kemudian mundur lalu terguling ke jurang ( saluran sungai). Hari ini pun ada truk yang tidak kuat nanjak akhirnya mundur dan hampir masuk ke jurang. Roda belakang sudah keluar jalan.
Sekali lagi bagi pengendara yang akan melintas jalan tersebut untuk selalu hati-hati. Mengalah saja di jalan jangan tergesa-gesa. Ingat kecelakaan itu banyak ruginya.
Baarakallaahu fiikum.
Sore hari ditemani rintik hujan di Villa Al-Barakah
Klepukerep, 27 Rabi’ul Akhir 1434 H/10 Maret 2013.
Amin Mustangin Abu Haydar Al-Bantarsary bin Noto Susilo bin Karya Drana.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Apa yang kita cari saat ini? Harta? Jabatan? Rumah yang bagus? Mobil bagus? Smartphone? Usaha maju dan berkembang? Apartemen? Tanah yang luas? Apa lagi? Setiap orang pasti mempunyai keinginan sendiri-sendiri yang mungkin berbeda satu sama lainnya.
Itu adalah hak setiap manusia. Namun marilah kita merenung sejenak. Apakah kita lupa dengan akhirat? Yang di sana ada kehidupan abadi. Tidak ada kematian bagi manusia. Janganlah sampai keinginan kita di dunia melupakan akhirat. Berapa lama kita hidup di dunia ini? 50 tahun? 60 tahun? 100 tahun? Berapa lama kita hidup di akhirat? Abadi.
Sehingga alangkah cerdasnya manusia yang menyiapkan bekal untuk kehidupan akhirat. Karena dia sadar dia tidak akan lama hidup di dunia ini. Dan dia sadar bahwa kehidupan yang sesungguhnya ada di akhirat.
Yang ingin melakukan pinjaman riba ingatlah akhirat. Sungguh seumur hidup mengontrak rumah tidak lebih sengsara dibamdingkan dengan siksa di akhirat karena dosa riba. Kenikmatan mempunyai rumah bermodalkan pinjaman riba di dunia jauh lebih kecil dibandingkan dengan nikmat surg yang diperoleh orang yang terkahir masuk surga. Kenikmatan surga tidak bisa dibayangkan oleh manusia.
Baarakallaahu fiikum.
Bismillaah.
Hari ini, Selasa 10 Rabi’ul Awwal 1434 H atau 22 Januari 2013. Ada pengalaman yang mungkin berguna bagi para pembaca.
Tidak seperti biasanya internet di HP Cross Andromeda A7 lambat. Padahal sinyal HSDPA ketangkep sama HP. Tapi kecepetan internetnya lambat. Biasanya cepat.
Kenapa ya? Apa mungkin tempatnya ya? Akhirnya pulang ke rumah. Di coba di rumah hasilnya tetap sama. Biasanya di rumah juga cepat. Akhirnya ada ide untuk restart HP. Alhamdulillaah kecepatan internet kembali kencang.
Semoga bermanfaat.
Cilacap, sore hari di kamar menemani Haydar bobo.
10 Rabi’ul Awwal 1434 H.
Baarakallaahu fiikum.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Tahun 2004. Saat masih duduk di bangku sekolah SMK Negeri 2 Cilacap. Saat masih kost di rumahnya Ibu Sutinah atau Bapak Basuki. Saat masih menjadi salah satu simpatisan partai politik no 24 16. Silahkan tebak partai tersebut.
Di suatu sore hari saat masa-masa kampanye. Saat sedang menikmati makan malam di dapur muncullah sebuah iklan kampanye politik dari partai no. 24 16. Iklan tersebut isinya mengenai kegiatan bakti sosial partai no. 24 16 saat ada bencana alam. Tiba-tiba salah satu teman kost berkata yang intinya adalah jika ikhlas dalam bakti sosial kenapa harus diiklankan di TV?
Tak bisa kujawab pertanyaan itu. Dalam hatipun setuju dengan pernyataan dan pertanyaan tersebut. Jika ikhlas dalam melakukan bakti sosial dalam membantu bencana alam kenapa harus diiklankan di TV.
Setelah sekian lama akhirnya ada hikmah dari pernyataan dan pertanyaan tersebut. Tujuan bakti sosial mereka itu apa? Mencari ridlo Allaah atau mencari ridlo manusia? Mencari pahala dan ampunan dari Allaah subhnahu waa’ala atau agar mereka menang dalam pemilu? Hanya demi suara Pemilu?
Aneh! Padahal mereka mengatasnamakan pertai mereka dengan partai dakwah. Menjual agama hanya untuk suara dalam pemilu? Lebih jelek dari koruptor.
Jika niatnya ikhlas dalam berbuat kebaikan/baksos ga usahlah orang-orang tahu. Ga usahlah pake pasang bendera partai segala. Tujuannya apa? Untuk mendorong orang-orang lain juga melakukan berbuat kebaikan/baksos juga? Betul demikian? Cobalah jujur dengan hati kalian. Jangan membohongi dengan hati kalian. Bukankah yang kalian harap itu ridlo dari Allaah ta’ala kan? Iya kan? Jika tidak boleh memasang atribut partai saat baksos oleh pemerintah jadi tidak mau baksos? Kenapa? Bukankah niat kalian ikhlas dalam baksos? Coba direnungi lagi. Padahal mereka sedang membutuhkan bantuan.
Dari pertanyaan dan pernyataan “Kalau ikhlas, kenapa harus dibuat iklan di TV?” semakin yakin untuk keluar dari kubangan noda hitam demokrasi.
Syariat Islam tidak akan tegak jika dalam langkah-langkah/perjuangan untuk menegakkan syari’at Islam ditempuh dnegan cara/metode yang justru menginjak-injak syari’at Islam. Mustahil!
Baarakallaahu fiikum.
Cilacap, pagi hari dengan ditemani rekaman kajian Madaarikun Nazhor oleh Ust. Muhammad ‘Umar As-Sewed
7 Rabi’ula Awwal 1434 H/ 19 Januari 2013.
Amin Mustangin Abu Haydar bin Noto Susilo bin Karya Drana