Skip to content

Ini jalan bukan milik mbahmu!

October 14, 2012

Bismillaah.
Udah lama ga update blog ini. Baiklah saudara-saudara kali ini penulis akan sharing sekaligus curhat. Mungkin dari para pembaca akan mengalami apa yang akan tulis ini. Kejadian terjadi hari ini, hari Ahad 28 Dzulqa’dah 1433 H atau bertepatan tanggal 14 Oktober 2012. Kejadian ini berlangsung saat penulis pulang dari Klepukerep menuju Cilacap. Terjadi kira-kira pada pukul 13:30 ( red: bisa kurang bisa lebih, namanya juga kira-kira). Terjadi di sekitar SMP Negeri 1 Kawunganten. Saat itu ada rombongan touring motor Tiger. Mereka dengan lantangnya membunyikan klakson agar pengendara yang didepannya mau minggir dan memberi jalan. Penulis pun terpancing emosi. Penulis pun mencoba untuk masuk di barisan mereka. Sepertinya mereka marah dengan apa yang penulis lakukan. Terlihat dari klakson yang mereka bunyikan dan  bahkan ada salah satu dari mereka yang melihat ke belakang dan menatap penulis dengan penuh amarah. Ya udah sana kalian duluan. Saya udah punya anak istri. Jika nanti ada sesuatu yang menimpa saya kasihan anak istri juga.

Penulis pun cuma bisa geleng-geleng kepala. Apa karena banyak dan pake motor gedhe bisa bertindak arogan seperti itu. Mereka kan bukan presiden, menteri, gubernur atau bupati. Mereka juga bukan polisi yang lagi mengejar teroris. Bukan juga lagi ngawal ambulan yang di dalamnya ada orang yang lagi sekarat. Bukan juga pemadam kebakaran.

Jadi loe (red: rombongam touring) arogan di jalan karena jumlah loe banyak, pake motor gedhe, suara knalpot loe sangar? Inget jalan ini bukan mbah loe yang bikin. Bukan juga loe doang yang bayar pajek. Kita semua yang punya kendaraan bermotor juga bayar pajak. Apa sich mau loe? Bu Bidan aja yang lagi ada panggilan buat ngebantu ngelahirin juga ga searogan loe di jalan. Lah eloe yang cuman touring buat seneng-seneng, maksa-maksa buat yang lain minggir. Pake alesan jarak jauh? Loe liat yang pada mudik pas mau lebaran? Para mudikers juga ga searogan loe.

Udahlah, loe hormati pengguna jalan lain. Kalo touring jangan jadi satu gerombolan (red: kelihatan kasar ya pake kata ” gerombolan” ya? Biarin). Dibagi jadi beberapa group. Tiap group maksimal 4 anggota. Tiap group jaraknya dibikin ga terlalu deket kira-kira 100 meterlah. Jadinya kan ga ganggu pengguna jalan lain. Jadinya kan ga ada yang nyumpahin loe karena merasa terdzolimi sama kelakuan loe. Juga biar dosa loe ga nambah.

Udah ah galaunya.

Jadi bagi para biker yang mau touring bareng-bareng tolonglah untuk jangan arogan di jalan. Bagi menjadi beberapa group yang tiap group maksimal 4 orang. Jarak tiap group tidak terlalu dekat sehingga tidak mengganggu pengguna jalan lain.

Sekian dulu ya… Kalo ada yang merasa tersinggung silahkan koreksi diri masing-masing.

Hati-hati di jalan bro….

Baarakallaahu fiikum.

Amin Mustangin

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: