Skip to content

Menyebrang jalan tol. That’s scarry and amazing.

January 9, 2013

Bismillaah.
Kisah ini terjadi pada waktu penulis masih SD. Entah kelas berapa.
Seperti biasa saat liburan tiba penulis berlibur di kota Bekasi. Tepatnya di kampung depan Pintu Tol Bekasi Timur yang akan ke Cikampek. Ya disitulah penulis menghabiskan waktu-waktu libur sekolah. Baik saat SD, SMP maupun SMK bahkan saat EVE sekalipun. Banyak sekali kenangan yang ada di tempat tersebut dari suka sampai duka. Dari hampir mati karena tenggelam di Kali Malang sampai mendapatkan uang dari hasil ojek payung dan parkir di pintu masuk tol. Dengan kata lain tempat itulah kampung halaman kedua. Entah kapan bisa ke Tol Timur lagi.

Ada sebuah kisah yang menurut penulis adalah kisah yang konyol sekaligus mendebarkan. Seperti biasa saat berlibur penulis dan teman-teman sebaya bermain. Sampailah di pinggir jalan tol Jakarta Cikampek. Kilometer berapa penulis lupa. Jika tidak salah km 16 atau 17. Pokoknya di timur jembatan sebelum pintu keluar Tol Bekasi Timur dengan arah dari Cikampek. Ada teman penulis yang mengajak untuk menyebrang jalan tol. Dia pun memulai duluan. Diikuti oleh teman penulis yang lain. Saya pun memberanikan diri untuk ikut-ikutan. Dengan melihat ke barat dan mengamati kendaraan yang lewat akhirnya kaki saya pun melangkah berlari. Sampailah di tengah jalan tol. Jantung pun berdetak kencang. Dengan mengamati kembali kendaraan dari barat sayapun menyebrang kembali. Sungguh penyebrangan jalan yang mendembarkan.
Bisa pembaca bayangkan bagaimana menyebrang jalan tol di mana kendaraan melintas dengan kecepatan tinggi. Jika salah dalam menentukan waktu yang tepat untuk menyebrang resikonya adalah nyawa melayang. Penulis kapok! Pernah saat penulis pulang dari solat Jum’at, penulis diajak untuk menyebrang lagi. Tapi penulis menolak. Sampai saat ini jika penulis mengingat kejadian itu lagi, jantung pun berdetak kencang. Membayangkan kekonyolan dan kebodohan penulis. Namanya juga anak-anak.

Itulah salah satu kisah mendebarkan di Tol Timur.

Mana kisahmu?

Amin Mustangin  Abu Haydar

Cilacap, 27 Shafar 1343 H/9 Januari 2013

From → Umum

4 Comments
  1. mbek.sj permalink

    baru tau cerita ini.. yang tenggelam di kalimalang juga baru tau…ckckck makanya anak kecil diem aja di rumah lol

  2. mbek.sj permalink

    nyebrang di jalan tol kan dilarang.. nyebrang di jalan umum aja dag dig dug apa lagi di jalan tol jadi dag dig dug duerrrr..
    btw bogoshipo jagiya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: