Skip to content

Kalau ikhlas, kenapa harus dibuat iklan di TV?

January 18, 2013

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Tahun 2004. Saat masih duduk di bangku sekolah SMK Negeri 2 Cilacap. Saat masih kost di rumahnya Ibu Sutinah atau Bapak Basuki. Saat masih menjadi salah satu simpatisan partai politik no 24 16. Silahkan tebak partai tersebut.

Di suatu sore hari saat masa-masa kampanye. Saat sedang menikmati makan malam di dapur muncullah sebuah iklan kampanye politik dari partai no. 24 16. Iklan tersebut isinya mengenai kegiatan bakti sosial partai no. 24 16 saat ada bencana alam. Tiba-tiba salah satu teman kost berkata yang intinya adalah jika ikhlas dalam bakti sosial kenapa harus diiklankan di TV?

Tak bisa kujawab pertanyaan itu. Dalam hatipun setuju dengan pernyataan dan pertanyaan tersebut. Jika ikhlas dalam melakukan bakti sosial dalam membantu bencana alam kenapa harus diiklankan di TV.

Setelah sekian lama akhirnya ada hikmah dari pernyataan dan pertanyaan tersebut. Tujuan bakti sosial mereka itu apa? Mencari ridlo Allaah atau mencari ridlo manusia? Mencari pahala dan ampunan dari Allaah subhnahu waa’ala atau agar mereka menang dalam pemilu? Hanya demi suara Pemilu?

Aneh! Padahal mereka mengatasnamakan pertai mereka dengan partai dakwah. Menjual agama hanya untuk suara dalam pemilu? Lebih jelek dari koruptor.

Jika niatnya ikhlas dalam berbuat kebaikan/baksos ga usahlah orang-orang tahu. Ga usahlah pake pasang bendera partai segala. Tujuannya apa? Untuk mendorong orang-orang lain juga melakukan berbuat kebaikan/baksos juga? Betul demikian? Cobalah jujur dengan hati kalian. Jangan membohongi dengan hati kalian. Bukankah yang kalian harap itu ridlo dari Allaah ta’ala kan? Iya kan? Jika tidak boleh memasang atribut partai saat baksos oleh pemerintah jadi tidak mau baksos? Kenapa? Bukankah niat kalian ikhlas dalam baksos? Coba direnungi lagi. Padahal mereka sedang membutuhkan bantuan.

Dari pertanyaan dan pernyataan “Kalau ikhlas, kenapa harus dibuat iklan di TV?” semakin yakin untuk keluar dari kubangan noda hitam demokrasi.

Syariat Islam tidak akan tegak jika dalam langkah-langkah/perjuangan untuk menegakkan syari’at Islam ditempuh dnegan cara/metode yang justru menginjak-injak syari’at Islam. Mustahil!

Baarakallaahu fiikum.

Cilacap, pagi hari dengan ditemani rekaman kajian Madaarikun Nazhor oleh Ust. Muhammad ‘Umar As-Sewed

7 Rabi’ula Awwal 1434 H/ 19 Januari 2013.

Amin Mustangin Abu Haydar bin Noto Susilo bin Karya Drana

From → Uncategorized

4 Comments
  1. pas gempa bumi jogja kemaren tahun 2006 juga ada kejadian mirip kayak gitu mas… yang mau jadi relawan harus pakai kaos partai itu… kalo gak pake, gak boleh ikut,… aneh… niatnya kok jadi kayak gt…. astaghfirullah

    • Bismillaah. Itulah politik mas. Penuh dengan trik dan intrik. Makanye saya pensiun dari politik. Banyak kerusakan. Walaupun asal mulanya berlandaskan Islam tapi lama-lama jadi liberal. Politik oh politik. Kekuasaan oh kekuasaan,

  2. enturen permalink

    Aslkm, tulisan yang bagus, saya juga suka bertanya-tanya seperti itu, malah saya pernah tanyakan langsung ke salah satu pengurus pusat salah satu partai dakwah kenapa mereka pakai nama partai ketika mereka mengumpulkan dana bantuan ataupun ketika menyalurkannya. Saya agak kaget mendengar jawabannya. Mereka bilang bahwa mereka pernah mencoba mengumpulkan dana bantuan tidak dengan nama partai tapi mereka justru dapat mengumpulkan dana bantuan jauh lebih banyak ketika memakai nama partai, itu karena para donaturnya sudah percaya sama orang-orang dipartai tersebut. Begitu juga ketika menyalurkan bantuan, para donatur suka komplain jika ada bencana partainya tidak mendirikan posko. Sekarang lain lagi, mereka bilang sekarang bukan hanya para donatur tapi para korban bencanapun selalu bertanya jika didaerahnya ada bencana tapi tidak ada posko dari partainya, itu karena masyarakat sudah mengenal partai mereka. Biarlah orang yang menilai katanya. Satu lagi jika ada partai lain yang dengan bangga menggelar konser atau hiburan lain yang pada dasarnya menghambur-hamburkan uang kita juga harus bangga bisa bikin posko. Wallahualam…

  3. zen permalink

    ana jg bekas partai tsb.
    Hmpir sama dg kasus tsb, tp ini wkt kurban. Ktk tmen2 minta kambing ke murobbi untk dsmbeleh dmasjid tmptnya, tp apa jwb murobbinya? “kalo dsni dkasih kurban kira2 ada pengaruhnya untk masyarakat sini pa gak(masyarakat jd simpatik pa tdk)?,kalo gak ya mending gak usah.” btp trkjutnya ana dg jawabn tsb,padahal saat itu bru selesai liqo’ dg bab ar ridho yg membhas tntng keikhlasan. Juga ada syarat bhwa wadah dagingnya dan kambingnya harus ada gambar partai tsb.
    Kmudian ada program “one man one dollar/tiap org nyumbng 1dollar untk palestin” tmen2 jg nyumbang,tp kmudian ada iklan di tv bhwa partai tsb tlah nyumbang Rp 14milyar untk palestina!!! Lupa dg yg diajarkan di liqo’nya!
    QodaruLLOH ALLOH mnbri hidayah, ana dan seorang teman yg jd koordinator liqo’ dkampungnya kmudian pamit ke pak murobbi untk kluar dr partai tsb. Si murobbi marah dan bertanya sebabnya. Ana smpaikan hal2 diatas,kmudian ana tanya dimana sisi ikhlasnya sperti yg slma ini dia ajarkan? Jadilah tambah merah wajahnya. Dia kmudian ngomong “ngalor ngidul” gak jelas,dan smakin memperjelas kesesatannya.
    Bbrapa hari stlahnya ana dpt kabar dr temen yg masih ikut partai tsb kalo si pak murobbi gak bisa tidur seminggu dan nangis karena ditinggal 2 anggotanya. Smoga ALLOH membri hidayah kpd kita dan saudara2 kita yg masih dipartai tsb agar bs keluar dr kedhzoliman besar yg jauh lbh buruk dari korupsi itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: